Berita & Prestasi

Berita & Prestasi

Cari Tahu Perkembangan dan Informasi Terbaru Perusahaan

Model Learning
Sandry Anggada, Manajer Manajemen Terpadu OSS
Waktu terbit:2025.4.14
Sumber informasi:WeChat Official Account

"Pak Sandry, perangkat rapat sudah selesai disiapkan", "Saya akan menerjemahkan dokumen ini terlebih dahulu", "Feed back dari rekan-rekan Indonesia sudah kami rekap."

Pagi baru saja dimulai, namun Kantor OSS di Jakarta sudah beroperasi dengan ritme yang cepat dan tertata. Sandry yang memegang berbagai peran mulai dari manajemen administrasi, komunikasi dwibahasa, penerjemahan dokumen, hingga koordinasi rapat, dengan sigap mengatur dan mengoordinasikan berbagai pihak, memastikan setiap pekerjaan terlaksana dengan presisi.

Meskipun tidak berada di garis depan tungku peleburan, Sandry tetap memegang peranan kunci. Menghadapi kompleksitas tugas dan tantangan kolaborasi lintas budaya yang kian intens, ia mengandalkan ketelitian berpikir, ketajaman profesional, dan rasa tanggung jawab yang tinggi untuk membangun jembatan yang menghubungkan karyawan Tiongkok dan Indonesia, serta menjembatani antara kebijakan dan pelaksanaan. Berkat langkah-langkahnya yang tertata rapi, perbedaan bahasa tidak lagi menjadi hambatan, dan perbedaan budaya pun dapat dipahami secara lebih mendalam.

Keteguhan dan ketenangan ini, sejatinya telah berakar secara perlahan sejak bertahun-tahun lalu melalui program "Pelayaran Budaya".

"Tahun 2006 saya datang ke Universitas Xiamen untuk melanjutkan studi pascasarjana. Xiamen bukan hanya tempat saya menuntut ilmu, tetapi juga seperti kampung halaman kedua bagi saya," ungkap Sandry. Sebagai keturunan Tionghoa asal Indonesia, sejak kecil ia telah akrab dengan budaya Tionghoa. Namun, kehidupan belajar di Xiamen membuat ingatan budaya itu menjadi nyata dan terasa. Di sana, ia tidak hanya menguasai bahasa dan ilmu pengetahuan di bidangnya, tetapi juga mengasah kemampuan memahami dan menerima perbedaan budaya melalui interaksi dengan teman-teman dari latar belakang yang beragam. Kemampuan inilah yang kelak menjadi fondasi penting bagi dirinya dalam menjalin komunikasi, membangun kepercayaan, dan mempererat hubungan antara tim Indonesia dan Tiongkok.

Pada tahun 2017, ia bergabung dengan perusahaan OSS, memulai kariernya dari posisi komunikasi dan administrasi. Ia selalu meyakini bahwa "lintas budaya bukan sekadar menerjemahkan bahasa, melainkan memahami keseluruhan logika berpikir." Keyakinan inilah yang membentuk dirinya, hingga perlahan ia tumbuh menjadi sosok "pelumas" dan "penerjemah" yang tak tergantikan di antara berbagai tim.

Kini, sebagai Manajer General Affairs di Kantor Jakarta, peran Sandry telah jauh melampaui sekadar urusan administratif. Dari pengelolaan tugas harian hingga komunikasi kebijakan, dari optimalisasi alur kerja hingga dukungan proyek, ia selalu berada di posisi kunci: menjadi yang pertama merespons dan memastikan penyelesaian di tahap akhir.

Ia mendorong terbentuknya rantai persetujuan dan sistem pengadaan barang yang lebih efisien, sehingga mampu mengurangi pemborosan sumber daya. Ia juga menyempurnakan mekanisme pengarsipan dokumen, mendukung pengelolaan internal perusahaan menuju standar yang lebih tertata. Diibaratkan sebagai sebuah mesin besar yang bergerak dengan kecepatan tinggi, perusahaan membutuhkan titik-titik tumpu yang kuat dan fleksibel dan Sandry adalah salah satu tumpuan itu—membuat mesin besar ini berjalan lebih mulus, lebih sinkron, dan lebih bertenaga.

Segala upaya di balik layar ini mungkin jarang terlihat, namun dampaknya nyata dalam meningkatkan efisiensi operasional perusahaan serta memperbaiki pengalaman kerja karyawan. Kehadiran Sandry ibarat sebuah pilar yang kokoh, memberikan dukungan tak tergoyahkan bagi tim operasional di Jakarta. Ia menjadi "garda belakang" yang selalu dapat diandalkan, memastikan setiap langkah di garis depan berjalan dengan mantap dan percaya diri.

Dalam kesederhanaan tugas sehari-hari, tersimpan kekuatan yang luar biasa. Pada tahun 2025, Sandry kembali menginjakkan kaki di Xiamen—tanah penuh kenangan indah—dengan membawa gelar sebagai "Karyawan Berprestasi Xiangyu Group."

Menoleh ke belakang, dari bangku kampus di Xiamen hingga ruang-ruang kantor di Jakarta, ia telah menempuh perjalanan panjang penuh pertumbuhan. Di antara dua tempat itu, ia diam-diam membangun jembatan persahabatan dan kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia. Sandry memilih untuk mengekspresikan cintanya yang melampaui batas negara melalui kerja keras dan dedikasi: melangkah jauh, karena ia melangkah dengan kokoh; menopang banyak hal, karena di hatinya tertanam akar yang kuat!

Atas